Saking Kula

Mencoba menghilangkan rasa bosan yang menghinggapi pada liburan yang serba tidak jelas ini (lulus SMA belum, Jadi mahasiswa juga belum). Saya coba untuk menulis tulisan yang entahlah Cuma asal berbual (bahasa melayu) dalam bahasa Indonesia berkata. Pernah terpikir untuk cari kerjaan tapi saya belum berani terikat kontrak. Pernah juga terpikir untuk buat usaha bersama Akh Arfian tapi kok malah bingung sendiri modalnya dari mana. Hahah gak niat kok. Ya semoga tulisan ini bermanfaat buat anda dan tentunya buat saya menghilangkan rasa bosan ini. Juga bisa membuat saya lebih mencintai tempat sekolah saya yang insya Allah baru di F. Geografi . Alhamdulillah dengannya saya mungkin akan memiliki kemampuan untuk mengelola bumi agar tetap harmoni untuk kebutuhan manusia.

Paling tidak sebagai wakil dari Antroposfer yang menjembatani teman-teman semua dalam pengelolaan bumi kita tercinta. doakan saya Ikhlas membuat tulisan-tulisan di dunia maya ini.

Alhamdulillahirobbil alamiin, segala puji bagi Allah rabb semesta alam. Yang menciptakan bumi tempat kita berpijak dengan segala isinya yang diciptakan-Nya untuk kebutuhan manusia. Rabb yang senantiasa memberikan kita udara-Nya dengan gratis, airnya yang menyegarkan dan segala kebutuhan untuk kita tetap hidup. Dengan segala kenikmatan yang kita terima pantaskah kita untuk mengingkari-Nya. Padahal kita hidup di bumi-Nya, menghirup Oksigen-Nya, menikmati Air-Nya.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (ar rahman)

Pernahkah terpikir oleh kita kalau kita harus membayar atas oksigen yang kita hirup. Saat ini mungkin kita akan tertawa mendengar hal ini. Tapi isu pemanasan global nampaknya mengarah akan kondisi yang demikian jika perbaikan akan lingkungan hidup tidak dilakukan sesegera mungkin. Beberapa puluh tahun yang lalu mungkin orang tua kita juga berfikir kalu mustahil kita harus membayar untuk air yang kita minum, air yang kita gunakan untuk mandi, mencuci dan kebutuhan hidup kita. Toh nyatanya belakangan ini untuk memperoleh air orang-orang dikota besar harus membayar untuk memperoleh kebutuhan akan air bersih. Bayangkan jika itu terjadi pada udara. Manusia mungkin bisa bertahan beberapa bulan tanpa makanan, dan beberapa hari tanpa air. Tapi beberapa menitkah manusia bisa bertahan tanpa Oksigen.

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (QS Ar ruum: 41-42)

Kalau anda percaya dengan para arkeolog yang mengatakan bahwa di bumi ini pernah terjadi 2 kali kepunahan besar, dan kedua kepunahan itu diakibatkan oleh keganasan alam pada masa itu. Kalau tidak salah pertama terjadi pada periode Permian yang ditandai dengan kepunahan binatang beruas yang saat itu kata mereka (Para arkeolog) bernama trilobita. Lalu kepunahan dinosaurus yang katanya lagi akibat meteor. Ya semua akibat keganasan alam. Akankah manusia membuat kepunahannya sendiri dengan merusak keseimbangan alam yang telah Allah ciptakan.

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.(Al-a’rof 56)

Memang sulit untuk memutar kondisi yang ada, dimana seharusnya ketika semakin banyak manusia, semakin cepat pertumbuhan manusia semakin luas pula lahan pertanian untuk pemenuhan kebutuhan manusia dan semakin banyak pula tumbuhan sebagai produsen dalam rantai makananuntuk keseimbangan ekosistem. Lha tapi manusia yang lahir cepat itu juga butuh rumah untuk tinggal. Mau gimana lagi hutan kebun sawahlah pilihan untuk dikorbankan. Dengan kondisi yang demikian pangan berkurang. Produsen karbon bertambah (manusia) tetapi pengolah dan produsen oksigen berkurang.

Paling tidak itulah yang diungkapkan oleh Robert Malthus (bener gak sih?) yang mengatakan kalau pangan hanya bisa bertambah menurut deret hitung tetapi manusia terus bertambah menurut deret ukur.

Tapi apalah arti kenarsisan kita yang menyebut diri sebagai Homo Sapiens “manusia yang bijaksana”, yang oleh Allah diciptakan untuk mengelola bumi ini dan menjadi Khalifah di atas bumi ini. Sayang kebijaksanaan manusia hanya berlaku untuk kata “aku”. Asal aku kenyang, puas, cukup, makmur. Apalah arti “dia/kamu/anda”.

Kalau kata seorang Saudaraku Rahmat Budianto siih dalam catatannya “kita diberi hidup bukan untuk dipahami tetapi untuk memahami. Haha, apakah kita akan menunggu alam untuk memahami diri kita. Seharusnya kitalah yang diberi nikmat kebijaksanaan yang mencari tahu cara bagaimana kita bisa mengelola bumi ini.

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”(Al-baqoroh 30)

Memang yang bisa saya lakukan saat ini pun Cuma membuat tulisan ini, bukanlah sebuah langkah nyata yang bisa secara langsung  mengubah semuanya. Tetapi daripada tidak sama sekali. Daripada hanya sekedar menonton semua hal yang telah terjadi. Semoga satu saat nanti saya, kita semua lebih bijak dalam mengelola bumi. Untuk kemashlahatan kita bersama.

Tulisan ini sekaligus pembuka blog yang saya buat berbarengan dengan saya mengeluarkan tulisan ini. Blog yang insya Allah akan memuat tulisan mengenai fenomena-fenomena geosfer yang terjadi.

Sebuah blog yang saat ini mungkin bukan apa-apa hanya tulisan latah dari seorang siswa SMA yang Cuma mengambil copy paste dari literature.

Kunjungi  http://www.swarabhumi.wordpress.com (iklan^_^V) he kalau gak diiklanin sapa yang mau baca?

Ya. Tapi harapan saya kedepannya blog ini bisa bermanfaat untuk orang lain, membawa kemaslahatan untuk umat, Negara Indonesia. Dan menjadi rujukan untuk para geographer-geografer di seluruh Indonesia. Berlebihan? Saya pikir tidak. Semoga bermanfaat untuk anda

terima kasih.geography copy

3 pemikiran pada “Saking Kula

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s