Kini Merapi Berstatus Normal

Merapi

Tidak banyak yang tahu sejak erupsi dahsyat di 2010 lalu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, akhirnya menurunkan status Gunung Merapi dari waspada menjadi normal aktif atau merupakan level terendah, terhitung baru sejak 15 September 2011 kemarin. Penurunan status ini dikarenakan aktivitasnya yang telah stabil. Namun demikian tetap masyarakat mewaspadai terutama bencana sekunder mengingat beberapa saat lagi akan memasuki musim penghujan.

😀 Lama kali simbah merapi batuknya ya kang??

🙂 Iyo je terakhir tulisanku updet status WASPADA itu tanggal 19 Oktober 2010 disini. Ckck meh setahun yo le watuk, muga pun sehat nggih mbah.

Pertimbangan penurunan status tersebut, didasarkan pada beberapa faktor meliputi pemantauan kegempaan, deformasi dan visual. Kegempaan yang kini terjadi dinilai sudah tak bergejolak lagi. Bahkan hingga mendekati rata-rata hariannya. Sama halnya dengan guguran lava yang bersumber dari material lepas hasil erupsi 2010, sebagai akibat dari faktor eksternal semisal gravitasi. Dengan kata lain bukan akibat dari adanya aktivitas dari dalam Merapi. Awan panas pun sudah tidak pernah terjadi lagi, dengan demikian tidak ada ancaman primer erupsi gunung merapi.

Selain itu, pengukuran deformasi yang dilakukan pada tubuh gunung menunjukan angka yang hampir nol lantaran tidak ada perubahan jarak yang signifikan. Hasil pengukuran tercatat perubahan yang terjadi kurang dari 1 cm per hari, sehingga bisa dikatakan tak ada akumulasi tekanan dari dalam Gunung Merapi.

Sedangkan pemantauan secara visual yang dilakukan dari pos – pos pengamatan menunjukan tidak adanya perubahan morfologi puncak Merapi. Baik itu akibat penambahan material baru maupun longsoran dengan intensitas besar. Dengan demikian, proses erupsi disimpulkan sudah selesai karena tidak ada perubahan kubah lava.

Pihaknya juga menyarankan supaya tetap mewaspadai terjadinya guguran batu dari material lepas yang berada di lereng gunung. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk berhati-hati jika melakukan pendakian. Hingga saat ini, sudah banyak masyarakat yang sudah melaksanakan aktivitas di lereng Merapi yang dulunya pernah dihantam awan panas dan lahar dingin, bahkan tempat itu kini telah menjadi obyek wisata.

Turut diwaspadai juga adanya ancaman bahaya sekunder banjir lahar dingin. Disebutkan bahwa material merapi yang dilepaskan meski terus ditambang, namun jumlahnya masih cukup besar. sehingga harus diwaspadai ketika musim hujan. terutama bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar sungai yang berhulu di Merapi, yaitu kali Gendol, Opak, Kuning, Krasak dan sungai lainnya yang berada di Klaten, Boyolali dan Magelang.

Sebagai bahan evaluasi, berikut press release yang di keluarkan oleh BNPB klik di sini.

Kini Merapi Berstatus Normal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s