Persepsi Warna

Pada dasarnya cahaya tampak merupakan sebagian gelombang elektromagnetik yang dapat dilihat oleh manusia. Cahaya matahari misalnya, memancarkan gelombang elektromagnetik dan manusia hanya dapat melihat pada bagian gelombang cahaya atau spektrum tampaknya saja. Spektrum yang dapt dilihat manusia merupakan spektrum tampak dari gelombang yang dipancarkan matahari (putih) yang kemudian dapat diurai menjadi merah, hijau, biru, ungu dengan prisma.

Obyek dapat terlihat karena beberapa faktor, yaitu : sumber cahaya, media penghantar, benda/subyek, dan sensor/detektor. Keempat faktor ini mutlak saling terkait untuk menghasilkan gambaran obyek yang dapat dilihat oleh mata manusia.

Perlakuan materi terhadap cahaya ada beberapa macam, yaitu : dipantulkan, diserap, dibiaskan dan diteruskan, beberapa materi ada pula yang dapat memancarkan kembali berkas cahaya yang telah diserapnya. Perlakuan ini akan berbeda terhadap materi dan akan terkombinasi pada obyek yang tersusun dari banyak materi.

Spektrum gelombang elektromagnetik memiliki range yang sangat lebar. Namun hanya sebagian kecil saja yang dapat ditangkap oleh mata manusia. Hanya sebatas spektrum dengan julat 0,4-0,7 mikron yang dapat dilihat oleh sensor alami manusia (mata), yaitu spektrum tampak. Spektrum tampak yang dapat dilihat manusia dapat dirinci menjadi spektrum biru (0,4-0,5 mikron), spektrum hijau (0,5-0,6 mikron), dan spektrum merah (0,6-0,7 mikron). Sensor pada mata manusia dapat menangkap sinyal dari ketiga spektrum ini dan kemudian dikirim ke otak sehingga manusia dapat melihat.

Mekanisme melihat yang diungkapkan diatas tidak terlepas dari perjalanan cahaya. Manusia dapat melihat karena cahaya dari sumber cahaya dipancarkan kemudian merambat melalui media, berinteraksi dengan objek dan kemudian yang dipantulkan oleh objek mencapai mata manusia. Dengan mekanisme optis pada mata, bayangan yang dihasilkan dari pantulan cahaya tadi di proyeksikan pada bidang fokal manusia di retina.

Dari uraian perjalanan cahaya tadi maka ada proses dimana cahaya berinteraksi dengan objek. Interaksi yang terjadi dapat berupa pantulan, serapan, dan terusan (transmisi). Gejala inilah yang dapat menimbulkan persepsi warna pada penglihatan manusia. Spektrum cahaya yang dipantulkan oleh objek mendapat 3 perlakuan tadi sesuai dengan karakter objek. Spektrum-spektrum (merah, hijau, Biru) sebagai warna dasar cahaya tampak inilah yang membentuk persepsi warna dalam penglihatan manusia ketika dipantulkan dan masuk dalam sistem optik mata.

Ilustrasi terhadap pernyataan diatas dapat dicontohkan sebagai berikut. Ketika objek berwarna merah maka artinya objek tersebut memantulkan spektrum warna merah dan menyerap spektrum hijau dan biru. Dan ketika objek memantulkan warna merah dan biru maka warna yang terlihat adalah kombinasi antara keduanya tergantung dari intensitas pantulan dari kedua spektrum jika dalam intensitas yang sama kuat maka akan manghasilkan warna magenta. Jika ketiga spektrum dipantulkan sama kuat maka objek akan terlihat putih dan jika objek menyerap kuat semua spektrum warna, objek akan terlihat hitam.

Artinya jika objek meiliki karakteristik memantulkan warna merah maka jika disorot oleh cahaya non putih (telah diuraikan) dan tidak memiliki unsur merah, misalnya disorot dengan warna biru, hijau atau kombinasi keduanya tanpa unsur merah maka objek akan berwarna hitam. Objek terlihat merah hanya jika objek dikenai cahaya yang memiliki unsur spektrum merah dan dapat memantulkannya.

Hal ini dibuktikan dalam praktikum acara satu di kegiatan menebak warna kertas warna dalam ruang gelap yang disorot lampu tertentu. Objek kertas warna yang sejatinya berwarna merah ketika disorot dengan lampu merah berwarna merah namun ketika disorot lampu lain  berwarna hitam. Sedangkan kertas berwarna kuning maka ketika disorot merah akan menunjukkan warna merah dan ketika disorot hijau akan berwarna hijau karena warna kuning adalah gabungan dari kedua warna itu.

Konsep warna selain seperti diatas yang disebut sebagai warna additif juga dikenal warna substraktif. Warna substraktif adalah warna dasar pada mesin cetak atau tinta. Warna dasar pada warna substraktif adalah cyan, magenta, dan kuning. Warna magenta bercampurt dengan kuning maka akan menghasilkan warna merah, kuning dengan cyan menghasilkan warna hijau dan cyan dengan magenta menghasilkan warna biru.

Untuk memperoleh cahaya dengan spektrum tertentu yang diingnikan dapat dilakukan engan cara melewatkan cahaya tampak pada filter. Filter dapat menyeleksi spektrum yang akan diteruskan oleh filter yang bersangkutan. Jika cahaya dilewatkan pada filter merah maka hanya cahaya merah saja yang bisa lewat sementara spektrum lain diserap sehingga sinar akan berwarna merah. Dalam praktikum dilakukan simulasi terhadap sinar yang dilewatkan filter hijau, biru, dan merah. Jika cahaya yang dilewatkan filter memiliki unsur warna filter maka cahaya yang diteruskan akan berwarna seperti warna filter. Namun jika pada cahaya sumber tidak mengandung spektrum warna filter maka cahaya yang diteruskan tidak ada atau berwarna hitam.

Persepsi Warna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s