Sebuah Apresiasi Terhadap Seni dan Teknologi Kartografi Abad Pertengahan

Peta merupakan satu bentuk gambaran permukaan bumi, atau yang  berhubungan dengan permukaan bumi baik nyata ataupun abstrak pada bidang datar dan diskalakan atau diperkecil. Kebutuhan akan peta terus meningkat seiring dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Informasi spasial (keruangan) menjadi penting ketika seseorang merencanakan pembangunan dalam scope sekecil apapun. Aplikasinya bukan sekedar itu saja kebutuhan seseorang akan informasi tentang apa berada dimana, tentang informasi keruangan juga dibutuhkan dalam hampir seluruh aspek kehidupan, dari kebudayaan sampai pendidikan, mulai dari pariwisata sampai ke mitigasi bencana. Dari mulai kuliner sampai ke militer.

Perkembangan teknologi pemetaan pun terus berkembang sehingga muncul berbagai perangkat dan metode pemetaan otomatis yang memudahkan para praktisi pemetaan dalam menghasilkan sebuah peta. Munculnya teknologi GIS (Geographic Information System), teknologi penginderaan jauh juga berbagai perangkat modern sperti plotter dsb. membuat peta dapat dibuat oleh siapapun.

Anda tentu sering melihat peta ini

 

Peta Jogja

Atau gambaran citra seperti di bawah ini

Ya. informasi semacam ini sangat mudah untuk didapatkan dengan keberadaan banyak satelit bertebaran di atas kita sungguh mudah dalam mendapatkan informasi spasial untuk dijadikan input dalam pemetaan. Keberadaan GIS pun membuat analisis dalam memproduksi informasi keruanagn dalam bentuk peta pun juga semakin mudah. bukan hanya itu bentuk 3 dimensi dari permukaan bumi pun sekarang juga dapat diperoleh dengan mudah.

Sekarang mari kita tarik ke masa masa dimana pokok-pokok ilmu pengetahuan ditanam. begitu juga ilmu dan seni kartografi berkembang juga saat itu, di abad pertengahan. Jangan bertanya pada waktu itu, tentang kegiatan survey geodesi atau  pengukuran tanah seperti Theodolit, Waterpass, Total station, Geodimeter,  Tellurometer, Global Positioning System (GPS), dan lainnya yang berperan  sebagai media perolehan informasi akurat tentang koordinat posisi suatu  titik di permukaan bumi. Jangan lupa tanyakan tentang aktivitas  interpretasi citra penginderaan jauh (remote sensing) baik dengan foto  udara, maupun melalui citra satelit yang kesemuanya itu untuk perolehan  informasi sumber daya alam bumi yang juga pada akhirnya sebagai media  masukan bagi pembuatan peta.

Nmun mari kita perhatikan beberapa peta di bawah ini mengagumkan jika kita membayangkan teknologi yang minim ketika itu dapat menghasilkan peta yang cukup dapat dikatakan “akurat” menggambarkan permukaan bumi.

mari bersama kita apresiasi

Peta diatas merupakan peta yang dibuat oleh Claudius Ptolemaeus (Ptolemy, about A.D. 85-165). pada awal abad mashi itu ptolomeus seorang kartografi yunani ini membuat peta pertama dengan perhitungan matematis menggunakan proyeksi conic untuk daerah lintang sekitar 60 LU- 30 LS dengan cukup akurat dengan teknologi yang ada.

Semenjak itu di abad pertengahan kartografi mengalami kemunduran dimana peta didominasi oleh paham-paham keagamaan. peta yang populer di masa itu adalah T-O map yang berbentuk lingkaran menyerupai huruf T dengan posisi  Jerusalem di atas.

Vesconte's world map (1321).

Kemudian Al-Idrisi tahun 1154 membuat peta yang merupakan pesanan raja roger dari cicilia. peta planetsphere yang
dibuat dari perak, dan juga teks geografi. Hasil karyanya itu menunjukkan bukti keberhasilan sarjana muslim dalam menggeluti profesinya.

al-Idrisi's world map, Arabic, 804/1154/1456 A.D. (oriented with South at the top)
al-Idrisi's world map, rectangular, 1192 A.D.* (oriented with South at the top)

Pada masa ini pula muncul peta penjelajahan bangsa viking ke kutub utara yang disebut Northen Region Map. dibuat oleh S. Munster’s Cosmographia di abad ke 12.

Northern regions map from S. Munster’s Cosmographia (1588)

Kemudian kartografi terus mengalami perkembangan di abad Rennaissance dengan bermunculanya peta peta dengan bentuk geometri permukaan bumi yang mendekati real world dan hampir sama dengan peta-peta dunia yang belakangan ini kita lihat.

 

Martin Waldseemüller's World Map of 1507, the FIRST map to use the name "America" to label the New World

Juga peta- peta yang dihasilkan oleh seorang kartografer belgia Gerardus mercator yang belakangan proyeksinya menjadi dasar dalam proyeksi peta-peta  modern

Mercator's polar projection (1595)

lebih Nampak peta-peta diatas sebagai sebuah karya seni bernilai tinggi. memang di awal perkembangannya peta adalah karya seni yang bernilai mahal. Peta dihasilkan dengan terlebih dahulu melalui petualangan penjelajahan samudera dan biat=ya yang tidak sedikit. bahkan dengan taruhan nyawa.

Ketika dengan ilmu pengetahuan saat itu peta dunia dapat dihasilkan dengan sangat mengagumkan. pertanyaannya apakah saat ini kita mengalami kemajuan atau kemunduran. adakah yang bisa membayangkan How did they make maps in that era? ada yang tahu? sebentar baru saya cari bagaimana metode dan cara yang mereka pakai. kalau ngga ketemu ya sudah dipandangi dulu aja sebgai seni. ada yang tau ngga share dong.!!!

Sebuah Apresiasi Terhadap Seni dan Teknologi Kartografi Abad Pertengahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s