Erupsi Merapi 2010 “Mengapa kok dibilang aneh?”

Tentu anda sering mendengar bahwa erupsi merapi tahun 2010 ini adalah anomali, aneh tidak biasa tidak dapat diprdiksi. Kejadian demikian bahkan tak terbayangkan oleh orang yang mungkin baru tinggal di sekitar merapi dalam beberapa abad ini.  Terlebih bagi kita dan banyak orang yang ada di sekitar merapi yang mungkin paling tua hanya berrusia sekitar 100. Tidak cukup usia kita untuk menganggap diri kita banyak tahu tentang merapi dilihat dari usianya yang sangat tua. Jika anda ingin tahu sejarah merapi klik aja di sini.

Seperti dituturkan oleh Dr. Sukhyar (Kepala badan geologi Kementrian ESDM dalam dongeng geologi)

Merapi termasuk gunungapi yang sering meletus. Sampai Juni 2006, erupsi yang tercatat sudah mencapai 83 kali kejadian. Secara rata-rata selang waktu erupsi Merapi terjadi antara 2 – 5 tahun (periode pendek), sedangkan selang waktu periode menengah setiap 5 – 7 tahun. Merapi pernah mengalami masa istirahat terpanjang selama >30 tahun, terutama pada masa awal keberadaannya sebagai gunungapi. Memasuki abad 16 kegiatan Merapi mulai tercatat cukup baik. Pada masa ini terlihat bahwa waktu istirahat terpanjang pernah dicapai selama 71 tahun ketika jeda antara tahun 1587 sampai dengan tahun 1658.

Sejarah letusan gunung Merapi mulai dicatat (tertulis) sejak tahun 1768. Namun demikian sejarah kronologi letusan yang lebih rinci baru ada pada akhir abad 19. Ada kecenderungan bahwa pada abad 20 letusan lebih sering dibanding pada abad 19. Hal ini dapat terjadi karenapencatatan suatu peristiwa pada abad 20 relatif lebih rinci. Pemantauan gunungapi juga baru mulai aktif dilakukan sejak awal abad 20. Selama abad 19 terjadi sekitar 20 letusan, yang berarti interval letusan Merapi secara rata-rata lima tahun sekali.

Sepanjang itu Merapi memiliki kronologi erupsi sebagai berikut yang disimpulkan oleh Hartman (1953)

Tiap letusan dibagi menjadi 3 fase yaitu fase awal atau keadaan sebelum meletus, fase utama yaitu aktivitas utama dan fase akhir yaitu kegiatan yang terjadi sesudah letusan berakhir. Ketiga fase tersebut merupakan atau dianggap sebagai satu siklus aktivitas letusan Merapi. Berdasarkan apa yang terjadi pada fase awal, utama dan akhir, Hartman membedakan kronologi letusan menjadi empat sebagai berikut :

Kronologi A : Siklus diawali dengan satu letusan kecil yang mengawali ekstrusi lava. Fase utama berupa pembentukan kubah lava sampai kubah mencapai volume besar dan kemudian perkumbuhan kubah berhenti. Siklus diakhiri dengan proses guguran lava pijar yang berasal dari kubah. Kejadian guguran lava pijar, kadang dengan awanpanas kecil, dapat berlangsung lama (bulanan).

Kronologi B: Dalam kronologi B ini, pada awalnya telah ada kubah lava di puncak Merapi. Fase utama berupa letusan vulkanian bersumber di kubah lava dan menghancurkan kubah lava yang ada. Letusan menghasilkan asap letusan vulkanian (contoh: asap cendawan letusan 1997). Material kubah yang hancur sebagian menjadi awanpanas yang menyertai letusan vulkanian tersebut. Fase akhir diisi dengan pertumbuhan lava baru pada bagian kubah yang hancur atau disamping kubah.

Kronologi C: mirip dengan kronologi B, hanya saja pada awalnya tidak terdapat kubah lava tetapi sumbat lava yang menutup kawah Merapi. Oleh adanya sumbat lava tersebut, fase utama berupa letusan vulkanian dengan awanpanas lebih besar (type St. Vincent ?). Fase akhir dari kronologi letusan yaitu berupa pembentukan kubah lava baru.

Kronologi D:Fase awal berupa letusan vertikal kecil. Fase utama berupa pembentukan sumbat lava yang kemudian diikuti dengan fase akhir berupa letusan vertikal yang cukup signifikan. Pada letusan “D” ini, karena sumbat lava cukup besar, letusan cukup dahsyat, relatif untuk Merapi, yang menghasilkan awanpanas besar dan asap letusan tinggi.

Dalam kenyataan, terutama dari pemantauan aktivitas letusan dengan lebih seksama sejak tahun 1984, batas-batas antara jenis kronologi letusan sebagaimana yang disajikan Hartman di atas sering tidak jelas. Sebagai contoh, letusan 1984 fase awal berupa kejadian awanpanas yang kemudian langsung disusul dengan letusan. Pada fase akhir terjadi guguran lava pijar. Contoh letusan 1984 ini menjadi gabungan dari kronologi A dan B. Kejadian longsoran kubah yang terjadi pada tahun 1994 sulitjuga dimasukkan dalam kronologi Hartman walaupun longsoran juga menghasilkan awanpanas dan letusan.

Kronologi erupsi menurut Hartmann (1935) dibedakan atas empat macam dari yang dianggap paling lemah D sampai kuat A. Kolom kiri menunjukkan saat awal sebelum kejadian utama. Kolom tengah adalah kejadian utama dan kolom kanan adalah kejadian yang mengkhiri siklus aktivitas erupsi.

Merapi adalaah gunung api yang memiliki tipe erupsi vulkanian lemah dengan ciri khas adanya peranan kubah lava dalam tiap erupsinya.

Erupsi vulkanian terjad karena lobang kepundan tertutup oleh sumbat lava atau magma yang membeku di pipa magma setelah kejadian erupsi. Diperlukan suatu akumulasi tekanan yang relatif besar untuk membuka lobang kepundan atau menghancurkan sumbat lava. Erupsi melontarkan material hancuran dari puncak gunungap tapi juga material baru dari magma yang keluar. Salah satu ciri dari erupsi vulkanian yaitu adanya asap erupsi yang membumbung tinggi ke atas dan kemudian asap tersebut melebar menyerupai cendawan. (Badan Geologi ESDM)

Kronologi inilah yang sejauh ini dipahami sebagai karakteristik merapi. 

penelitian geologi diperoleh hasil bahwa pada perioda Merapi Baru, terutama dalam 600 tahun terakhir, aktivitas Merapi didominasi oleh pembentukan kubah lava dan letusan-letusan kecil yang tidak lebih dari VEI 3 yang disertai awanpanas (Badan Geologi ESDM).

Namun Erupsi 2010 ini yang terjadi justru adalah erupsi eksplosive dengan bahkan terbentuknya tiang asap yang sangat tinggi. Erupsi yang terjadi terakhir ini pada laporan PVMBG tanggal 5 november 2010. Pada pukul 14:00-19:00 WIB, erupsi G. Merapi masih terjadi dengan intensitas yang tinggi. Rentetan awanpanas masih terus berlangsung sepanjang siang sampai malam ini. Belum berhenti sejak pak SBY meninggalkan Jogja tempo hari.

Kalau diurutkan kronologi di 2010 ini maka kegiatan merapi praktis menjadi sorotan ketika status awas diumumkan pada senin 25 Oktober 2010. Sehari kemudian terjadi erupsi eksplosif merapi merapi. dilaporkan 40 sekian tewas oleh awan panas dan abu vulkanik. Kita semua mengira itu adalah puncak aktivitas merapi. Namun kemudian terjadi aktivitas yang lebih dahsyat terjadi di malam hari yang abunya menyebar ke selatan dan menjadi hujan abu vulkanik hebat yang mencapai kota yogya bahkan bantul yang berjarak 20 km di selatan. Coretan tentang ini bisa dibaca di sini.

Dan Semoga puncaknya kemarin sejak 3 november merapi terus erupsi dengan beberapa letusan eksplosif.

KRONOLOGI LETUSAN GUNUNG MERAPI TANGGAL 3 NOVEMBER 2010

Telah terjadi erupsi lanjutan G. Merapi pada hari Rabu 3 November 2010 dengan kronologi sebagai berikut: 

1. Pukul 11.11-13.19 WIB terjadi awanpanas beruntun dengan durasi maksimum 2 menit. Sementara cuaca dalam keadaan kabut dan hujan, sehingga tidak bias melihat keadaan puncak G. Merapi.

2. Pukul 13.27 WIB dan 13.30 WIB terjadi gempa vulkanik dangkal (VB) sebanyak 2 kali

3. Pukul 14.00-14.03 WIB terjadi guguran besar beruntun sebanyak 4 kali, durasi makimum 1 menit

4. Pukul 14.04 – 14.27 WIB terjadi rentetan awan panas dengan durasi maksimum 5 menit. Diperkirakan jarak luncur awan panas lebih dari 10 km, sehingga diputuskan untuk memperluas daerah aman hingga di luar radius 15 km

5. Pukul 14.44 WIB terjadi awanpanas besar selama 1,5 jam

6. Pukul 16.23 WIB aktivitas mulai reda

7. Pukul 17.30 WIB dilaporkan bahwa awan panas mencapai 9 km di alur K. Gendol.

bahkan sempat terbentuk tiang asap yang membumbumbung tinggi di pagi hari kamis 4 November 2010 yang menarik warga jogja untuk diabadikan dari spot-spot jembatan code yang menimbulkan kemacetan. saaat itu diumumkan KRB Merapi adalah radius 15 km dari puncak. namun kejadian erupsi 5 November dini hari Kemudian dimana dikabarkan awan panas mencapai jarak 17,5 km yang kemudian menyebabkan bertambahnya korban tewas. KRB Merapi naik menjadi saat ini memiliki radius 2o km.

Tiang Asap 4 November dari fotografer safari

Peta KRB baru dapat diunduh di sini

KRB Merapi

Jika dihitung menurut Pakdhe Rovicki dalam dongeng Geologi.

Sebelum erupsi diperkirakan hanya 30 juta yang akan muntah dari Merapi. Namun hingga hari ini 26 Oct-4 Nov 2010 sudah 50 juta meterkubik yang keluar. Artinya ada tambahan magma dari dapur magma dalam ke dapurnya Merapi.

Dan Energi letusan.

Kalau saja ini sudah dianggap letusannya dengan skala letusa VEI (Volcano Erupstion Index) sebesar 4-5 VEI maka energi yang dikeluarkan oleh Merapi sejak tanggal 26 Okt – 4 November ini setara 300 kali Bom Hiroshima.

Erupsi Merapi 2010 “Mengapa kok dibilang aneh?”

2 pemikiran pada “Erupsi Merapi 2010 “Mengapa kok dibilang aneh?”

  1. Merapi adalah bukti nyata kebesaran Allah SWT…….Rasa duka yang mendalam bagi korban erupsi merapi tahun ini……..Walaupun begitu, merapi adalah bukti kuasa Tuhan yang begit besar…….!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s