Gambar-Reportase Hujan Abu Vulkanik 30-10-2010

Abu Vulkan

Seperti judul, ini sekedar reportase, catatan kecil yang saya susun selepas hujan abu sehari yang lalu. Bukan analisis yang didukung data lengkap. apalagi penelitian.. Terlambat memang tapi daripada tidak sama sekali. ketika media massa lain sudah mulai beralih ke bencana Tsunami di Mentawai, atau waspadanya anak krakatau, saya masih saja ada di Merapi.

Lha kemarin-kemarin kompi malah matek  je!!😦

Memang letusan dahsyat yang banyak memakan korban terjadi tanggal 26 kemarin, tetapi dampak Merapi bagi masyarakat Jogja secara signifikan ya baru terasa tanggal 30 oktober itu. Terhitung 5 tahun saya berada di jogja dan selama itu tanggal 30 oktober kemarin adalah pertama kalinya saya merasakan dahsatnya merapi. Pertama kalinya bahkan seumur hidup merasakan mandi abu vulkanik. Jangankan saya mungkin anda yang lebih lama di jogja pun mungkin juga baru merasakan hal yang demikian. Seperti penuturan kawan saya di facebook.

jare ibuku biyen udan awu nang jogja jaman dia SD,,,,saiki ako kuliah lagi udan awu maneh,,,Subhanalloh,,,,ngalamat resik2 omah ki ngko,,,,

Dimulai dari erupsi dahsyat yang bersifat eksplosif pada pukul 00.16 dinihari. Diberitakan merapi meletus disertai dengan tiang asap yang membumbung hingga 3,5 m. kemudian abu vulkanik tersebar ke arah selatan. Kejadian yang baru terjadi di erupsi 2010 ini. Erupsi di malam hari dimana windrose (mawar angin) lebih dominan ke arah selatan (angin gunung+angin darat) ssehingga abu disebarkan ke arah selatan.

Ketika itu jalan-jalan di kota jogja dan sekotarnya layaknya kota tua yang lama ditinggal oleh penghuninya. Persis layaknya film koboy-koboy texas di tipi-tipi. Abu yang bertebaran dijalan diperparah oleh lalulintas yang padat. Kendaraan yang melintas menghamburkan abu vulkan ke udara. disinilah bahayanya, abu vulkan yang berhamburan bisa terhirup oleh pengendara yang melintas. Kalau mau tau bahaya dari Abu Volkanik klik aja disini

Apalagi kalau disemproti air. niatnya si biar ga ngebul, tapi nek kecipratan???!@#$45

Ketika itu tergelitik saya untuk keliling Jogja berjalan (motor:red) keliling jogja untuk mengetahui sejauh mana pengaruh dari debu yang ditebarkan angin 30-10-10 dinihari. Tapi sayang maaf para pembaca saya tidak sempat sampai jauh ke selatan karena ketika saya baru di sekitaran Tegalrejo hujan turun sangat deras. Nggak mungkin dong saya lanjutkan karena debu sudah tidak bisa teridentifikasi lagi dengan jelas.

Halah alasan ae… wong ga duwe bensin ae!🙂

Ok berikut gambar2 bagaimana kota jogja pasca hujan Abu vulkanik kemarin. Sebelumnya ni rute jalan saya kalau-kalu anda tidak terlalu kenal jalan di kota jogja. ya memang si masih terlalu dekat pejalanan saya kemarin.Maaf jika peta tidak representatif. keakuratan dipertanyakan. maklum efek sok nggawe dewe.

Titik Pertama adalah di Sekitaran Minggir-Seyegan. tempat ini berjarak 20km garis lurus dari puncak merapi. Kondisi di tempat ini tidak terpengaruh secara signifikan. abu hanya menempel dengan ketebalan kurang dari 1mm.

Keadaan di MinggirSeyeganKetika diperhatikan kecenderungannya ketika itu dalam benak saya semakin ke timur (mendekati garis lurus dengan puncak) abu semakin tebal. dan benar berikut gambar di sekitaran Mlati.

Mlati
Jalan-jalan Mlati, semakin tebal

Kemudian saya terus ke arah timur di sekitaran jalan Magelang jarak pandang hingga mencapai hanya 5 m.

Jalan Magelang, Lalin Padat Jarak pandang 5m

Di sekitaran Jalan Ny. Tjondroloekito (Jln. MONJALI)

Jln. MONJALI
Diambil di 2 km dari selatan Ring road utara

Kemudian saya berjalan ke arah selatan, di jembatan sungai Code sebelah timur SMP 6 dan SMK 2 & 3

Perkampungan di bantaran S.Code

Nah ini saya ambil lebih sedikit ke selatan, Kampus SMA N 2 Yogya. sebenarnya saya ada janji disana dengan beberapa anak ketika itu. Tapi SMADA bag kota mati, diliburkan.

Lapangan berwarna hijau jadi abu-abu (kayak celananya)

Sebenernya masih kepengen saya melanjutkan lebih jauh ke selatan tapi kondisi tidak memungkinkan, ketika itu hujan dan saya tidak membawa mantol. Well saya teruskan pun tujuan saya sudah akan tak tercapai lagi karena abu sudah yterhapus oleh derasnya hujan. Jogja Pun di bersihkan. dan saya??? Terpaksa mengevakuasi diri bersama pengendara takbermantol lain..

NGUNGSI🙂

Tetapi menurut laporan dari seorang teman Habibullah- Bahwa rumahnya yang berada di sekitaran utara gejayan tidak terpengaruh abu dengan tebal. artinya Angin ketika itu lebih dominan ke arah selatan dan sedikit ke barat. Karena di perjalanan pulang saya daerah godean yang notebene lebih selatan jauh terpengaruh abu dengan cukup tebal.

Abu bahkan sampai di Kretek, Bantul yang berjarak 50 km dari puncak dengan kondisi sama dengan gambar Seyegan diatas. mau bilang wow sebenernya, tapi urung karena ingat bahkan di 2010 ini ada yang sampai cilacap.

Gambar-Reportase Hujan Abu Vulkanik 30-10-2010

3 pemikiran pada “Gambar-Reportase Hujan Abu Vulkanik 30-10-2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s