Merapi Naik Status

Sejak 2 hari lalu Balai Penyelidikan dan pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) menaikkan status aktivitas gunung merapi menjadi siaga . Dikatakan bahwa magma telah semakin mendekati permukaan dan tidak menutup kemungkinanletusan terjadi kapan saja. Data menunjukkan bahwa magma terus mendekati permukaan, disampaikan data gempa vulkanik A dan B yang sering terjadi.

Status awas memang tinggal menunggu waktu dan segala persiapan harus segera dilakukan. Namun menaikkan status awas bukan perkara membalikkan tangan. Banyak hal yang harus diperhitungkan terkait aktivitas warga di lereng Merapi.

Sekilas tentang Merapi

Gunung Merapi merupakan gunung berapi aktif dan merupakan kerucut gunungapi muda, Banyak oenyelidikan dilakukan terhadap Merapi terkait sifat erupsinnya yang unik dan tentunya merusak. Yang khas dari erupsi gunung Merapi adalah Tahapan erupsinya yang tidak eksplosif melainkan berupa guguran lava yang diikuti dengan tumbuhnya kubah lava dan “nuees Ardantes” Awan panas atau wedus ghembel.

Siklus letusan Merapi yakni, Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Kuno harus berpindah ke Jawa Timur. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang. (Wikipedia)

Bahaya erupsi gunung api

Bahaya oleh erupsi gunung api memang relatif, berbahaya jika memang banyak penduduk yang ada disekitar lereng gunung. Untuk kasus Merapi memang lereng Gunung Merapi dihuni oleh penduduk yang padat dengan berbagai aktivitas pertanian, peternakan hingga pertambangan. Sehingga penetapan status Merapi juga akan mempertimbangkan banyak faktor ini.

Kalau mau tahu apa bahaya yang ditimbulkan oleh erupsi gunung api klik disini “Maaf lagi dibuat nih artikelnya sabar ya”

Sampai saat ini dikatakan kalau kondisi Merapi saat ini semakin kritis antara lain ditandai dengan peningkatan secara mencolok aktivitas vulkanik gunung setinggi sekitar 2.965 meter dari permukaan air laut itu. Frekuensi gempa vulkanik Merapi saat ini hingga 50 kali per hari, sedangkan gempa multiphase 479 kali. “Baik secara deformasi maupun seismik peningkatan aktivitasnya sangat tajam,” katanya. (Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo).

Gejalanya di tahun ini dikatakan sedikit tidaklazzim “Perubahan aktivitasnya sangat cepat menuju puncak kritis,” kata Subandriyo usai mengikuti rapat koordinasi penanggulangan bencana Gunung Merapi di perbatasan antara Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu, di Magelang, Jumat (22/10/2010).

Tanda-tanda erupsi kali ini berbeda dengan letusan tahun 2006. Masa erupsi Merapi yang terakhir pada pertengahan 2006 antara lain ditandai dengan semburan awan panas, luncuran lava pijar, dan hujan abu secara intensif.

Gejala kali ini dikatakannya lebih mirip dengan kondisi di tahun 1977..

Beberapa gambar erupsi merapi dapat dilihat disini

Merapi Naik Status

Satu pemikiran pada “Merapi Naik Status

  1. Sri S berkata:

    Denger berita dr berbagai media tentang kondisi & prediksi merapi …kok kayak nya serem bgttt yak . . .kita warga lereng merapi (Kepuharjo Cangkringan) jadi was was terussss…siang malam…..ada baiknya langsung dievakuasi saja …ketempat yang dianggap aman.trimss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s