MMT Mekkah Meredian Time

96.  Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (Q.S Ali Imran:96)

Kita semua ingat bagaimana pada masanya dulu Islam pernah menjadi pusat peradaban dunia. Baghdad sebagai pusat Kekhalifahan Islam bani Abasyiah ketika itu menjadi pusat perkembangan Ilmu pengetahuan. Banyak sumbangsih ilmuan Islam ketika itu yang menjadi dasar bagi ilmu-ilmu modern yang berkembang sampai sekarang. Kita mengenal Ibnu Sina, Alkhawarizmi, Al-Idrisi beserta banyak ilmuan Islam lain yang telah menyumbangkan gagasan yang berarti bagi peradaban manusia.

Di 2010 ini lagi seorang ilmuan dari mesir, Abdel Basit Al Sayyed, Ilmuan dari Mesir menyatakan Mekkah adalah zona  magnet nol yaitu zona tanpa kekuatan magnet yang dibuktikan dengan tidak bergeraknya jarum kompas di makkah. Hal ini kemudian dijadika dasar oleh pemerintah Makkah untuk menggeser Basis waktu dunia ke Makkah. Menuai Kontroversi memang, namun tentu itu dinantikan oleh 1,5 Milyar Umat Islam di dunia.

Greenwich meridian Time secara resmi telah digunakan sebagai basis pembagian waktu dunia . International Meridian Conference di Washington memutuskan untuk membasiskan  titik nol derajat di greenwich di Inggris Raya. Sebenarnya kontroversi ini telah ada sebelumnya antara negara-negara yang mengajukan dirri untuk menjadi titik nol derajat. Tercatat negara-negara besar seperti inggris, Prancis dan Amerika pernah berebut status titik nol ini, menjadi titik pusat waktu dunia. Akhirnya melalui konferensi panjang Kota greenwich lah yang ditetapkan untuk menjadi basis waktu dunia.

Ketika itu bahkan prancis masih sempat tidak menyetujui penggunaan GMT dan masih menggunakan Paris Meridian Time yang digunakan sampai sekitar penghujung tahun 1930. Setelah insiden pusat waktu dunia ini praktis tidak ada lagi perdebatan tentang basis waktu dunia sampai dengan tahun 2010 ini.

Pemerintah Mekkah akhirnya mengumumkan keinginannya untuk menggubah basis waktu dunia dari greenwich ke Mekkah dengan pemgumuman pendirian jam terbesar di dunia yang dikenal dengan Abraj Al-Bait Tower pada tahun 2004. Jam ini mulai berdenting hari Kamis 12 Agustus lalu. Sejak bulan puasa tahun ini jam ini diujicoba dan diharapkan menjadi alternatif panduan waktu bagi 1,5 miliar umat Islam di seluruh dunia.

Rencana pemerintah Arab Saudi menggeser basis waktu dunia ini tentu bukanlah masalah sepele. Daris segi material saja pembangunan jam ini menghabiskan dana sebesar 800 juta dolar AS. Sesainnya dibuat oleh desainer dari swiss dan Jerman. Terlebih pada usaha menggeser waktu dunia ke mekkah tentu bukan perkara mudah mengingat GMT yang telah dugunakan selama 125 tahun ini dalam penetappannya juga melalui serangkaian proses yang alot.

Alasan yang digunakan dalam upaya penggeseran basis waktu dunia ini yang telah diungkapkan sebelumnya, Mekkah adalah zona  magnet nol yaitu zona tanpa kekuatan magnet yang dibuktikan dengan tidak bergeraknya jarum kompas di makkah. Namun hal ini ditentang oleh ilmuan barat yang menyatakan bahwa kutub utara pada kenyataannya berada di garis yang melewati kanada, AS, Meksiko dan Antartika.

Oleh karena itu dalam mewujudkan MMT ini pemerintah arab saudi harus menyiapkan konsep yang matang dan dapat meyakinkan berbagai pihak  internasional. Karena ini sangat menghentak dunia yang diniali menentang konvensi dunia 1884.

Kita tunggu saja apakah tanggal peresmian Jam di Menara abraj al bait ini juga akan mengubah waktu dunia yang telah dibagi dalam 360 sesuai dengan konferensi dunia di washington. Jika ya maka pemerintah makkah yang menggadang proyek ini harus mempunyai aturan waktu baru bagi dunia yang telah menggunakan GMT sejak dulu kala.

Ketika ini benar-benar terwujud maka kembali menjadi titik balik dimana Islam memang Agama yang Rahmatan Lil’alamin dimana dengan sistem ekonomi syariah yang terbukti tidak tepengaruh dengan krisis global dan tentunya ditambah dengan pusat waktu dunia yang akan berpusat di makkah maka satu persatu dunia ini kembali mengkiblat ke Islam.

Assalamu’alaykum sedherek sedaya, kangmas, mbakyu, pakdhe, budhe, pak/bu lik, eyang kakung/putri. Sae ta nggih? Mugi panjenengnan sedaya tansah pinaringan nikmat rahmat lan barokah saking Gusti Allah ingkang maha kuwaos. Tansah kawilujengan tebih saking sambikala tansah kinabektan ing Kabejan (gaya mbah kaum) ngertos boten?? Wah ratau genduri… hhe

Lama kita tidak berjumpa dalam sebuah forum. Lewat tulisan ini ane bermaksud mengumpulkan antum semua dalam satu forum diskusi kecil. Ok sebelumnya selamat Idul Fitri, Taqobbalallahu minna waminkum. Mohon maaf jika selama kita berinteraksi ane banyak melakukan kesalahan, ane belum bisa menjadi orrang yang antum semua harapkan. T_T Karena kata Ustadz Salim Afillah “Dalam dekapan Ukhuwah kita menginsyafi bahwa diri kita adalah orang yang paling memungkinkan untuk diubah agar segala hubungan menjadi indah. Kita sadar bahwa diri kitalah yang ada dalam genggaman untuk diperbaiki dan dibenahi,. Kita mafhum bahwa jiwa kitalah yang harus dijelitakan agar segala baying-bayang yang menghuni cermin kita menjadi memesona.”

So Kula kasuwunan lumunturing sih samudraning pangaksami awit saking kathahipun lepat lan tindak-tanduk ingkang boten keprono. Mugi Gusti Allah kepareng nampi sedaya amal kesaenan ingkang tumindak anggenipun kita sewulan siyam ing sasi Ramadhan.

Gw balik lagi ni gan!! Dahsyat segitu dahsyatnya sampe gw kudu merubah gaya bahasa gw. Judulnya??? Biasa ye basi kelewat telat malahan. Harusnya judul ntu ditulis di akhir-akhir Ramadhan yak kan?? Tapi apa boleh buat gan gw baru aja terisnpirasi di akhir ramadhan dan baru bener-bener tersentil di awal syawal ni. Jadi waktu itu gw ikut bantu-bantu tim zakat fitrah mal dan sodaqoh di mushala kampong gan. Nah sepanjang gw ngikut gw melihat sesuatu yang wah, yang baru, yang menyadarkan gw, dan member banyak pelajaran dan pemahaman bwt gw. Terlebih pas shalat id tu yang bener-bener membuat gw termotivasi bwt nulis ni tulisan. sorry jg baru bisa upload. Gimana coba dari H sampe Ni pagi mabilitas gw tinggi banget gan, pagi di Minggir siangnya udah dimana-mana di seluruh penjuru jogja. Jadi ni tulisan baru bisa gw tulis sore ini dan baru sempet gw upload sekarang moga manfaat dah.

…………………………………………………….Jadi begini ceritanya…………………..………………………………………………

pagi itu ribuan orang terlarut dalam indahnya lantunan takbir yang mengayun merdu menggema menyentuh setiap nurani. Seketika tanpa disangka dan dinyanya seseorang dengan berani dan tanpa rasa bersalah memutus lantunan indah takbir  itu (santé gan, emang ga salah dia). Tak ada yang protes well it’s ok itu tandanya shalat id akan segera di mulai. “Assalamu’alaykum warohmatullahiwabarokatuh.” Pak Kesra (begitu panggilan ngetrend Pak Basuki di desa itu) memulai pembicaraan. Kula badhe ngumumaken jumlah perolehan zakat sementara desa Sendangsari wonten ing tahum 1431 H menika. Zakat fitrah terkumpul saking ….. muzaki sebesar 8 ton….kilo.” Pak kesra melanjutkan, “Lajeng Zakat Mal terkumpul uang sebesar 60 juta ….ratus ribu, …puluh ah ga terlalu hafal saya.

Gila jek.. sadar ga sih? Nek antum sih ane percaya sadar. Bahwa kita ga perlu bikin system preketek-preketek wacincong DC buat mengatur seluruh kehidupan di Dunia ini. Sudah ada Islam bung, ada Al-qur’an ada Sunnah cukuplah itu buat kita. Cukuplah itu untuk menuntun manusia menjalani hidup baik individu maupun kolektif.

……….pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa[398] Karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Balik lagi ke urusan zakat, seandainya zakat ini bisa kita bener-bener mengelolanya dengan optimal ane yakin bisa menjadi solusi masalah kemiskinan di Indonesia. Yakin karena itu system yang buat bukan manusia bung. Allah yang memerintahkan langsung dalam Al-qur’an.

‹è{ ô`ÏB öNÏlÎ;ºuqøBr& Zps%y‰|¹ öNèdãÎdgsÜè? NÍkŽÏj.t“è?ur $pkÍ5 Èe@|¹ur öNÎgø‹n=tæ ( ¨bÎ) y7s?4qn=|¹ Ö`s3y™ öNçl°; 3 ª!$#ur ìì‹ÏJy™ íOŠÎ=tæ ÇÊÉÌÈ

103.  Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.

Cerita saya diatas… entahlah saya kok bisa terkejut, padahal saya ga punya pembanding. Saya tidak tahu secara pasti bagaimana kondisi di tempat lain. Apakah benar angka 8 ton dan 60 juta itu fantastis? Ya buat saya. Kenapa??

Okey desa itu adalah desa sendangsari, sebuah desa kecil yang terletak 25 km arah barat laut pusat kota jogja. Sebuah desa kecil, desa kecil. Ga percaya noh Ketika antum lihat persebaran pemukimannya anta akan tahu bahwa ini memang desa kecil. Bersama ini ane lampirkan citra satelit dari Google earth. Yak bisa antum lihat tanpa harus menjadi interpreter citra kelas atas dengan jam terbang tinggi , jelas desa ini sebagian besar berupa sawah pemukiman sangat jarang. Penduduk tentunya juga sedikit.

So?? Terawang saya ketika itu bagaimana dengan di tempat antum, di kota? Dimana setiap spotnya adalah rumah. Setiap km perseginya dihuni oleh ribuan orang. Dan tentunya dengan struktur stratifikasi social yang didominasi oleh golongan yang “nduwe”, Tentunnya potensi keluar nilai yang lebih besar lagi akan sangat mungkin. Itupun masih ada catatatan apa semua memang sudah sadar zakat?? Kalau belum maka angka itu bisa makin  besar lagi.

Memang ada variabel yang belum ana masukkan buat kasus Minggir ini. Kemungkinan besar ada aliran materi berupa remitan dari para pemudik yang mungkin berzakat di tempat ini. Tentu itu mempengaruhi besaran nilai yang sekian-sekian ini.  Tapi  menurut ane hal ini bisa diabaikan karena itu hanya sebagian kecil saja.

Kita beralih ke scope yang lebih luas. Salah satu problematika yang dihadapi umat Islam adalah masalah kemiskinan. Negara-negara muslim kerap diidentikkan dengan kondisi masyarakat yang kumuh, bodoh, dan miskin. Indonesia termasuk ga sih? Sungguh memprihatinkan, padahal dalam Al-qur’an kita digelari Khoiru Ummah. Bagai buih di lautan seolah kita hanya berjumlah banyak namun kecil-kecil sehingga tak dapat melawan dahsatnya gelombang lautan.

Islam adalah agama Rahmatanlil’alamin, untuk urusan macam begitu tentu aja Islam punya solusi buat mengatasinya. Dan salah satu solusi yang ditawarkannya adalah zakat. Sebegitu pentingnya urusan ini Ayat-ayat  tentang zakat bahkan sudah diturunkan ketika rasulullah masih berada di Makkah. Satu masa ketika Rasulullah masih dalam fase pembinaan Aqidah ummat . Antra lain Q.s Arrum;39, dan Q.S Adzariyat;19. Walau masih berupa penyadaran yang baru ayat yang turun di Madinah kemudian memperinci lewat Attaubah ayat 60 dan 130. Rinci Jelas disana tertulis siapa saja golongan orang yang berhak menerima zakat. Lalu diambil dari muzaki dengan penuh keikhlasan. Dilanjut dengan surat 6;141 dan 9:34-35.  Lalu 2;267.

Langsung ke intinya aja, menurut sumber yang ane dapatkan potensi zakat dunia mencapai 6 miliar US$, di Indonesia mencapai 42 triliun Pertahun. Di Jogja 12 miliar pertahun. Ckckc. Itu fakta. Tapi kenapa ya persoalan kemiskinan masih saja selalu disebut dalam dauroh-dauroh yang kita adakan ketika bertajuk problematika umat. Yakin bahwa ini masih hal yang tak pernah terlewat. Miris memang tapi itulah realita. Kita masih terlalu muda untuk memahaminya, okey karena sudah hukumnya kita sekarang berada di fase berfikir idealita.

Apakah potensi itu hanya teoretis dan faktanya berbeda di lapangan karena banyak yang ternyata tak sadar zakat?? Boleh jadi begitu.

Padahal kalau mau dilihat banyak lho pengusaha kaya raya di Indonesia yang mungkin sekali zakatnya  bisa buat menyelesaikan sekolah ane sampai punya gelar M.Sc bahkan Ph.D.. bahkan mungkin cukup buat menyekolahkan antum semua sampe rampung.

Tetapi menurut ane ada satu hal lain yang mungkin menjadi alasan kenapa pertanyaan ane diatas berlarut. Sejauh ini mungkin kita  hanya menekankan zakat untuk aspek-aspek konsumtif. Jangka waktu pendek sehari, seminggu paling lama sebulan. Masih sedikit diantara kita yang mencoba melirik nilai-nilai produktif dari pendistribusian zakat.

Bagaimana jika potensi miliar-miliar itu memiliki daya manfaat yang lebih panjang untuk mustahiqnya. Maka harus diberikan dalam kerangka pemberdayaan (ekonomi) umat. Caranya bisa dengan tahapan-tahapan yang menguatkan daya juang. Training-training pemberdayaan, sebagai modal usaha, sampai pada pendampingannya.

Hwehe ane sok tau banget yah… enggak insya Allah ini bukan cerocos ane sudah banyak ko yang membicarakan ini ane Cuma baca-baca lagi terus ane tulis tulisan ini. Semoga bermanfaaat buat temen-temen sekalian. Kenapa kalian yang saya tag bukan pak sby atau menteri keuangan atau menteri agama dan para pengusaha kaya. Hha mereka orang tua berapa lama sih mereka masih bertahan di dunia. Ane punya kalian semua, yuk berdoa semoga zakat kalian sebagaimana orang yang ane sebut diatas. Orang-orang yang dengan zaktnya dakwah Islam ini menjadi kuat. Yang dengannya dakwah bergerak semakin luas, menerobos tempat tempat terpencar dan terpencil.

Ada sentilan menarik dari dosen Agama Islam ane. Anta tau siapa dia, dia adalah orang yang “hanya berdagang bensin dan jaga toko” begitu kata beliau. Ya tokonya adalah 7 buah Pamela swalayan dan beberapa unit pombensin..

Apa kata beliau? “Dakwah ini ga akan berjalan Cuma dengan infak Rp 1000 yang antum keluarkan”

yakkk serasa dicekek ane ketika denger kalimat itu. “kalian itu,” Lanjut dia. “malah ngutang sama panitia pengajian.” Lanjutnya lagi, “Coba diinget lagi Lontong, pastel, plus air mineral. Panitia nombokki? Pasti” hhha. Semoga kita semua adalah orang-orang yang oleh Allah dipilih menjadi orang yang senantiasa diberi kemampuan untuk menegluarkan zakat. Amiin.

MMT Mekkah Meredian Time

Satu pemikiran pada “MMT Mekkah Meredian Time

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s