Letusan Gunung Itu Saling Bersahutan

DSC00001Dari 66 gunung paling aktif di Indonesia, 11 di antaranya sedang meletus. Satu diantaranya gunug karangetang di perairan Sulawesi Utara dala status awas atau mengancam penduduk sekitarnya. Melihat banyaknya jumlah gunug yang mengalami erupsi, adakah tren kenaikan aktivitas vulkanik dan kondisi anomaly?

Pantauan gunung-gnunung berapi paling aktif itu dilaporkan kepala pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi (PVMBG), Surono.

Selain gunung api yang terlihat jelas di darat, di wilayah lautan juga ditemukan gunung-gunung api aktif.

Hasil pengamatan itu diperoleh dengan menerapkan system sensor dan telekomunikasi otomatis di lokasi yang terhubung ke ruang pemantau gunung api “saep wildan”. Fasilitas pemantau di badan Vulkanologi bandung itu diresmikan menteri Energi dan Sumber daya Mineral Purnomo Yusgiantoro.

Berdasarkan data seismograf yang tampak di layar monitor ruang pemantau itu, diketahui gunung yang saat ini mengalami erupsi adalah gunung Kerinci dan Gunung Dempo di Sumatera, Anak Krakatau, Gunung Slamet, dan Gunung Semeru di Jawa. Serta gunung Rinjani di NTB. Empat gunung lainnya di Sulawesi, yaitu gunung Ibu, Dukono, Batutara, dan gunug Karangetang, juga sedang aktif

Di antara gububg-gunung itu yang berpotensi menimbulkan ancaman atau bencana adalah karangetang yang sekarang berstatus awas. “peringatan terhadap bahaya luncuran lava telah disampaikan kepada pemerintah daerah setempat”. Jelas Surono.

Bagian yang mengalami ancaman longsoran lahar gunung Karangetang, kata agus Budianto, Kepala Subbidang pengamatan gunung api badan geologi, ada di lereng bagian barat dan selatan.

Jarak pemukiman dengan kawah sekitar 4 Km. aktivitas gunung karangetang inimulai meningkat sejak 2007 dengan status berkisar antara siaga dan awas.

Saat ini dari kawah gunung karangetang tampak bunga api dan luapan lava. Pada malam hari, bunga api itu kelihatan lebih jelas.

Selain karangetang, menurut agus, aktivitas gunug dempo jhuga perlu diwaspadai.  Bila meletus, dinding kawah yang menampung air dapat jebol. Air di kawah itu diketahui mengandung bahan berbahaya dan beracun bagi lingkungan sekitar lereng.

Melihat ancaman letusan gunung api terhadap kawasan permukiman di sejumlah daerah di Indonesia, jelas Surono pihaknya akan meningkatkan system pamantauan otomatis di 63 gunung api lainnya dalam tiga tahun mendatang.

Namun ia mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah setempat dalam menindaklanjuti upaya yang dilakukan PVMBG, antara lain dalam pembuatan peta evakuasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap ancaman bahaya gunung api serta langkah evakuasi penduduk segera setelah muncul peringatan awas.

Langkah evakuasi penduduk perlu rencana dengan sarana transportasi yang memadai mengingat banyak gunung aktif, trutama di kawasan timur Indonesia berada di pulau-pulau terpencil.

Dari segi jumlah gunung api yang meletus saat ini, menurut sarno, sesungguhnya tidak ada hal yang menyimpang dari normalnya. Yang meningkat justru perhatian masyarakat yang sekarang lebih peduli terhadap ancaman bencana gunung api.

Dalam lokakarya yang diadakan Badan Geologi pada 1 hingga 3 Juni ini, diungkapkan hasil penelitian aktivitas tektonik dan vulkanik di kawasan Indonesia timur.

Pada “Tsunami Risk Assesment and Mitigation in South and South East Asia Phase 2 Project: National Workshop in Indonesia” itu, peneliti dari Badan Geologi, Yudhicara, mengatakan,  untuk kawasan timur Indonesia masih miskin data geologi apalagi geologi kelautan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama ini, menurut Yudhicara, ancaman Tsunami di kawasan Indonesia timur lebih besar dibandingkan dengan kawasan lainnya. Karena selain gempa tektonik yang disebabkan subduksi lempeng, Tsunami di kawasan timur Indonesia muncul akibat longsoran di daerah pesisir yang menyertai aktivitas tektonik dan aktivitas gunung api di bawah laut.

Yuni Ikawati Kompas Rabu, 3 Juni 2009

Sumber : Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Letusan Gunung Itu Saling Bersahutan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s