Prakiraan musim kemarau 2009

weather_mapPrediksi cuaca di Yogyakarta hari ini berawan, suhu udara anatara 22-33 derajat C, kelembaban antara 51-96% dan angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan mencapai 18 Km/jam. Demikian sepenggal kalimat tentang informasi perkiraan cuaca yang sering kit abaca si media cetak atau kita lihat dan dengar di media elektronik.

Informasi prakiraan cuaca seperti diatas sangat penting bagi operator dan pengguna alat transportasi, wisatawan bahkan nelayan karena dapat menunjang keberhasilan pekerjaan dan aktivitas mereka yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya. Namun jika yang membutuhkan adalah petani yang notabene pengguna jasa informasi iklim, apakah prakiraan cuaca seperti diatas telah mengcover kebutuhan mereka? Tentu tidak. Prakiraan cuaca tidak dapat menjelaskan bagaimana prospek hujan bulan depan dan kapan awal musim hujan atau musim kemarau terjadi. Hal ini disebabkan karena cuaca dan iklim memiliki rentang waktu yang berbeda.

Cuaca adalah kondisi atmosfer di suatu tempat yang berlangsung dalam wajtu singkat sedangkan iklim adalah rata-rata cuaca pada suatu tempat yang luas dan dalam waktu yang lama (puluhan tahun). Istilah yang erat kaitannya dengan iklim adalah musim. Musim didefinisikan sebagai suatu rentang waktu yang didalamnya terdapat suatu kondisi atmosfer atau cuaca yang dominan. Bila kondisi cuaca yang dominan adalah hujan maka dinamakan musim hujan.

Apabila kita cermati opini masyarakat yang berkembang sekarang ini, telah terjadi persepsi yang keliru yang menganggap bahwa musim hujan berarti “tiada hari tanpa hujan” dan musim kemarau berarti “tiada hari tanpa cerah dan berawan”. Maka jangan heran ketika terjadi hujan diu musim kemarau sering dikatakan “udan salah Mangsa”. Sebenarnya ditinjau dari ilmu meteorology tidak demikian. Dikatakan musim hujan jika dalam satu dasarian atau sepuluh haei curah hujannya mencapai 50 mm atau lebuh diikuti dua dasarian berikutnya. Jadi tidak tertutup kemungkinan selama musim kemarau turun hujan walaupun dalam curah yang kecil.

Prakiraan awal musim kemarau 2009

Sebagai dasar pertimbangan dalam pembuatan prakiraan musim kemarau BMKG memantau dan memperkirakan enam fenomena alam, yaitu 3 fenomena global yang terdiri dari El Nino-La Nina, Dipole mode dan Madden Julian Ocillation (MJO) serta 3 fenomena regional meliputi Sirkulasi Monsun Asia-Australia, Daerah Pertemuan angin antar tropis, dan suhu muka perairan Indonesia.

Awal musim kemarau dinotasikan sebagai kombinasi antara bulan dan dasarian. Mei I artinya bulan mei dasarian kesatu dasarian satu dimulai dari tanggal 1- tanggal 10.

Untuk wilayah Yogyakarta awal musim kemarau bervariasi tiap daerah. Awal musim kemarau untuk Kota Yogyakarta dimulai pada Mei II, Kulonprogo bagian utara Mei II dan bagian selatan Mei III, Sleman Mei II, Bantul selatan Mei III, Gunung kidul  MEI I.

Sigid hadi Prakoso analys dan forecaster BMKG Yogyakarta

Tapi sekarang sudah MEI IIIdan hujanmasih turun pa yang terjadi ?????????????

Prakiraan musim kemarau 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s